(Photo by: Pojok Publik)
Cianjur, Pojok Publik – Jalur Putri menuju Gunung Gede
kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pendaki melaporkan kelelahan sepanjang
perjalanan. Salah satu pendaki, Walid Nurohman (20), mengatakan medan yang
terjal dan berbatu membuat jalur ini lebih menantang daripada yang dibayangkan.
“Dari awal di basecamp, tanjakannya
udah cukup curam. Rasanya otot cepat capek dan nafas ngos-ngosan. Saya harus
berhenti beberapa kali di setiap pos buat istirahat bareng temen-temen” kata
Walid saat ditemui di Pos 3 jalur Putri, Minggu (7/9/2025).
Jalur Putri dikenal sebagai rute
tercepat menuju padang Surya Kencana, namun tingkat kesulitan fisik tetap
tinggi. Beberapa pendaki harus menyesuaikan ritme mereka agar tidak kelelahan
sebelum sampai ke padang bunga edelweiss yang indah di ketinggian ±2.750 meter.
“Emang pendek jalurnya, tapi tetep
aja menantang. Soalnya jalur di sini kebanyakan akar besar dan bebatuan, jadi perjalanannya berasa lah berat,
apalagi kita juga ngajak temen Perempuan, jadi lebih harus pelan-pelan juga,”
tambah Walid.
Kang Saipul Mujib, pemilik
basecamp, mengimbau pendaki yang melewati jalur Putri untuk menyiapkan fisik
dengan baik dan membawa perlengkapan lengkap, termasuk alas kaki yang nyaman,
air minum, dan makanan ringan. Istirahat di pos-pos yang tersedia sangat
dianjurkan untuk menghindari kelelahan berlebihan.
Setelah perjuangan panjang menapaki
tanjakan curam, Walid mengaku rasa lelahnya terbayar saat tiba di Surya
Kencana. Pemandangan padang bunga edelweiss yang luas dan udara sejuk
membuatnya merasa lega dan senang. “Capeknya kebayar banget pas sampai sini.
Rasanya puas banget ngeliat pemandangan dan bisa beristirahat sebentar,”
katanya.
Hingga sore hari, jalur Putri tetap
ramai dikunjungi pendaki. Kang Saipul Mujib mengingatkan untuk tetap
berhati-hati, terutama saat menapaki tanjakan curam dan medan berbatu yang
dapat berisiko cedera bagi pendaki yang tidak berhati-hati.
Penulis: Inayah

Posting Komentar