“Ours to Keep” dari Kendis & Adis Kini Viral di Dalam & Luar Negeri


(Source: Spotify)

Depok, Pojok Publik — Lagu “Ours to Keep” kolaborasi antara kakak-adik Kendis dan Adis, tengah mencuri perhatian publik setelah berhasil menembus tangga lagu viral di platform streaming dan media sosial. 

Sejak dirilis pada 12 April 2024, lagu ini perlahan tapi pasti meraih popularitas, terutama di kalangan Gen Z. Melodi yang lembut, lirik yang menyentuh kerinduan dan keinginan mencari kedamaian, membuat “Ours to Keep” menjadi pilihan banyak pengguna TikTok dan Instagram untuk backsound konten emosional. 

Berdasarkan data terbaru, lagu ini sudah mencapai posisi 1 di chart Viral Spotify Indonesia dan berhasil masuk ke 20 besar di chart Viral Global Spotify. Per hari Minggu 24 Agustus 2025, posisi globalnya terus naik, berada di sekitar 15.  Jumlah pemutaran pun sudah sangat besar mencapai lebih dari 9 juta kali hanya di platform Spotify. 

Lirik “Ours to Keep” sendiri dianggap sangat relatable oleh banyak pendengar. Lagu ini berbicara tentang kebutuhan seseorang untuk diperhatikan, rasa rindu akan kehadiran orang yang dicintai, serta keinginan untuk menemukan kedamaian di tengah keramaian dunia yang kadang terasa membebani.

Adis yang lebih dulu dikenal sebagai kreator konten di TikTok, turut menarik perhatian lewat penggunaan lagu ini dalam berbagai video Alternate Universe (AU) dan konten reflektif lain, di mana pengguna menambahkan suara latar “Ours to Keep” untuk menggambarkan perasaan rindu, kehilangan, atau momen emosional pribadi. 

Keberhasilan lagu ini tidak lepas dari produksi yang dilakukan secara kreatif bersama produser muda Clutter Hush Devan & Rizqi, yang melakukan banyak proses secara jarak jauh dan dalam suasana minimalis, namun tetap menghasilkan kualitas musik yang kaya nuansa emosinya. 

Lagu “Ours to Keep” kini bukan hanya menjadi trending sesaat, melainkan sudah menjadi bagian dari playlist harian Gen Z  lagu untuk menyisipkan emosi, meredakan rasa kesepian, dan menguatkan perasaan bahwa ada seseorang atau sesuatu yang bisa menjadi “safe haven”. 



Penulis: Inayah

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama