Macet di Putar Balik Rel Universitas Pancasila, Ojol Keluhkan Waktu Tempuh yang Makin Lama


(Photo by: Pojok Publik)


Jakarta, Pojok Publik — Kemacetan parah kembali terjadi di sekitar putar balik rel Universitas Pancasila hingga Lenteng Agung. Pada Kamis, 18 September 2025, antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular panjang sejak pagi hari, terutama ketika palang pintu kereta ditutup. Situasi ini membuat arus lalu lintas kian tersendat, terutama pada jam kerja.

Pantauan di lapangan memperlihatkan motor dan mobil saling berebut ruang di jalur sempit. Suara klakson bersahut-sahutan, sementara para pengendara hanya bisa menunggu antrean perlahan maju. Dari arah Depok menuju arah Jakarta, laju kendaraan kerap terkunci di titik ini hingga puluhan menit.

Bagi pengemudi ojek online (ojol), titik macet tersebut menjadi salah satu rintangan terbesar. Mereka harus pandai mengatur waktu agar tidak terlambat mengantar penumpang atau mengirimkan pesanan. Seorang pengemudi ojol bernama Dedi (34) mengaku sudah terbiasa melewati jalur ini, namun tetap merasa kerepotan setiap kali menghadapi situasi serupa.

“Setiap hari lewat sini pasti macet parah, apalagi jam kerja. Kalau palang kereta turun, antrean makin panjang. Kadang butuh hampir 20 menit cuma buat lewatin putar balik ini,” ujar Dedi.

Menurutnya, kemacetan bukan sekadar soal waktu tempuh, tetapi juga menyangkut kepuasan pelanggan.

“Sebagai ojol, waktu itu penting. Kalau macetnya kaya gini, pelanggan sering komplain karena pesanannya telat. Mau nggak lewat sini susah juga, soalnya jalur alternatif jauh dan sama-sama padat,” jelasnya.

Situasi itu membuat banyak pengendara terjebak tanpa pilihan lain selain bersabar. Beberapa pengemudi motor tampak nekat menyalip dari sisi kiri atau memotong jalur mobil demi bisa lolos lebih cepat, meski berisiko menambah kekacauan lalu lintas.

Kemacetan yang berlangsung hampir setiap hari di kawasan putar balik rel Universitas Pancasila hingga Lenteng Agung ini seakan sudah menjadi rutinitas. Para pengguna jalan, terutama pengemudi ojol, harus menyiapkan tenaga dan kesabaran ekstra saat melewati jalur tersebut.

“Kalau sudah macet, ya cuma bisa sabar. Namanya kerja di jalan, harus siap sama kondisi apa pun,” kata Dedi. 

Dengan volume kendaraan yang terus meningkat, titik ini tetap menjadi salah satu kawasan paling padat di perbatasan Depok-Jakarta. Bagi banyak pengendara, terutama ojol, kemacetan di lokasi ini sudah seperti bagian tak terpisahkan dari perjalanan harian.


Penulis: Inayah


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama